TIPS MENJADI PEMBICARA / PRESENTER

Sabtu, 15 Desember 2012

TIPS MENJADI PEMBICARA / PRESENTER

Oleh : Anak Agung Rai Kartini, S.Sos.M.Si

             “komunikasi bisa menghidupkan nyawa sosial yang menjadi harapan kita untuk tetap berperan sebagai manusia”
Ungkapan diatas menyatakan bahwa komunikasi merupakan elemen terpenting yang diberikan Tuhan kepada manusia, karena dengan komunikasi kita menjadi mahluk hidup bukan benda mati. Setiap orang yang lahir didunia ini tidak akan pernah lepas dari komunikasi, apalagi menjadi seorang pembicara atau presenter harus memahami tehnik bagaimana berkomunikasi yang baik dan efektif.
            Perbedaan antara komunikasi lisan dan komunikasi tertulis  perlu dipahami bagi seorang pembicara publik atau presenter. Dalam komunikasi tertulis pembaca dapat membaca kembali sebuah dokumen jika mereka tidak mengerti saat pertama kali membaca atau seorang pembaca dapat berhenti membaca sebentar dan mengabaikan dokumen tersebut dan mencari keterangan tambahan didalam buku yang ada hubungannya untuk mencari arti sebuah kata yang tidak dimengertinya, sedangkan dalam komunikasi lisan, audiens hanya mendapat satu kali kesempatan untuk mengerti dan seorang pendengar tidak bisa mempelajari kembali selain pembicara mengulangi bagian-bagian penting dan memperagakan alat-alat visual untuk maksud tersebut.
            Hanya dengan menyadari perbedaan antara bahasa tulisan dan bahasa lisan akan membuat kita lebih sadar mengenai apa yang diperlukan untuk menyampaikan sebuah gagasan yang umum kepada sekelompok audiens dalam artian lebih dari sekedar membaca sebuah makalah kepada mereka. Dengan menyadari perbedaan tersebut maka sebagai pembicara atau presenter tentu harus berhati-hati dan memperhatikan hal-hal yang membuat pendengar atau audiens dapat menangkap dengan jelas apa yang dibicarakan. Dalam hal ini ada beberapa tips yang penulis dapat sampaikan antara lain :
 
A.   Persiapkan pembukaan yang memikat
Tujuan utama pembukaan adalah untuk menarik perhatian audiens. Pembukaan yang anda ciptakan untuk presentasi bisa saja memikat atau bahkan membosankan audiens, jadi pada saat pembukaan anda harus dapat langsung melibatkan audiens, mereka akan mau mendengarkan anda hanya jika mereka berpikir anda dapat membantu, menghibur atau memberi informasi pada mereka, paling tidak mereka ingin tahu bahwa anda sejalan dengan perasaan, tabiat dan nilai-nilai mereka. Untuk itu anda harus membangun kredibilitas. Mengapa mereka harus mendengarkan anda? Seberapa sama anda dengan mereka? Apa yang menentukan kemampuan anda untuk berbicara mengenai topik tersebut ? Pembukaan menentukan keseluruhan arah presentasi dan memberi petunjuk kepada audiens apa yang akan segera terjadi dan mengapa mereka harus mendengarkan.
 
B.   Gunakan  kata-kata yang sederhana
Kata-kata sederhana menciptakan pengaruh yang kuat. Apabila anda menggunakan kata-kata yang tidak dimengerti oleh audiens maka audiens akan berhenti mendengarkan dan menganggap anda mengabaikannya dan menganggap anda tidak memperdulikannya sehingga audiens akan marah dan merasa terhina. Hal ini mengakibatkan tujuan anda tidak akan tercapai. Kata-kata besar tdk akan menunjukkan kecerdasan seseorang tetapi kemampuan untuk membuat sebuah pokok pembicaraan yang dapat dimengerti orang awam adalah tanda seorang komunikator yang berhasil.
 
C.   Gunakan kalimat pendek daripada kalimat panjang
Kalimat pendek lebih jelas dan lebih mudah disampaikan dengan irama pernafasan normal. Untuk dokumen tertulis, pembaca dapat mengulang jika mereka tdk mengerti suatu bagian. Namun dalam presentasi, pendengar tidak mempunyai pilihan. Kalimat yang disampaikan harus lebih pendek daripada kalimat yang disampaikan secara tertulis.
 
D.   Jangan mengecewakan dengan memberi  presentasi sambil duduk.
Dalam menyampaiakan sesuatu harus dipertimbangkan beberapa hal diantaranya adalah :
  • Pertimbangkan harapan kelompok, jangan berasumsi bahwa karena jumlah audiens kecil, mereka tdk mengharapkan presentasi yang resmi-alat peraga atau perlengkapannya artinya walaupun audiensnya kecil kita harus tetap menyampaikan dengan serius.
  • ika kita duduk dengan pandangan mata yang sama , anda harus menyampaikan dengan semangat anda, percaya diri anda dan wibawa anda melalui ekspresi wajah, sikap tubuh, dan suara. Sikap duduk bisa saja membuat anda malas tetapi jangan dilakukan, duduklah dikursi anda dengan nyaman dan tegak, agak condong kedepan untuk menunjukkan perhatian dan semangat anda atas topik pembicaraan
  • Tempatkan diri anda sedemikian rupa untuk mempertahankan kontak mata dengan semua orang didalam ruangan jangan terperangkap diantara dua orang audiens.
E.   Libatkan Audiens dengan berbagai cara
Keterlibatan audiens bisa berupa pemberian pendapat dengan adanya acungan tangan atau dengan cara lain yang menggugah audien untuk ikut serta dalam topik pembicaraan, Keterlibatan audiens merupakan kekuatan bagi pembicara karena menunjukkan topik yang dibicarakan dimengerti dan dipahami serta benar-benar diperhatikan oleh audiens.
 
F.    Jangan sampai peralatan visual  mendominasi
Dalam melakukan presentasi atau sebagai pembicara andalah yang mendominasi, peralatan visual anda hanya mendukung tergantung alat peragaan yang anda gunakan seperti slide, flipchart, pertimbangkan mengenai penempatannya  sehingga anda dapat mempertahankan tempat anda ditengah panggung. Seperti yang diungkap oleh pembicara Ron Hoff bahwa “ janganlah menjadi seorang penunjuk tempat duduk dalam teater anda sendiri” artinya jangan sampai media menguasai panggung anda.