PROFESI WIDYAISWARA

Selasa, 22 Januari 2013

PROFESI WIDYAISWARA

  Oleh : A.A. Rai Kartini, S.Sos.M.Si
 
Kebanyakan orang tidak memahami tentang profesi widyaiswara  kenyataan banyak yang bertanya  Apa sih Widyaiswara itu? Samakah dengan seorang guru ?! …Pelatih…?! Instruktur…?! Atau samakah dengan dosen ?!  Namun kadang widyaiswara sendiri tidak tau untuk menjelaskan profesi dirinya, bahkan banyak juga widyaiswara yang tidak paham dengan tugas dan fungsinya dan banyak yang hanya mengejar jam tayang mengajar, mengajar dan mengajar.  Padahal dibalik itu semua banyak hal yang harus dikerjakannya untuk menunjang jabatannya sebagai widyaiswara.
            Kalau definisi yang sering dimuat dari berbagai peraturan yang dikeluarkan Lembaga Administrasi Negara (LAN) tentang Widyaiswara adalah Pegawai Negeri Sipil yang diangkat sebagai pejabat fungsional oleh pejabat yang berwenang dengan tugas, tanggung jawab, wewenang untuk mendidik, mengajar dan/atau melatih Pegawai Negeri Sipil pada Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemerintah
            Sebenarnya profesi widyaiswara merupakan profesi yang mulia dan menjadi ujung tombak pembinaan SDM aparat pemerintah. Bahkan ada yang mengungkapkan  bahwa widyaiswara secara harfiah artinya adalah pembawa kebenaran (atau suara yang baik, dari kata widya=baik, dan iswara=suara), sehingga diharapkan para widyaiswara dapat menjadi suara kebenaran bagi para PNS, mengajarkan nilai-nilai luhur yang harus dimiliki seorang PNS agar menjadi PNS yang profesional, jujur, berakhalak mulia dan mau melayani masyarakat tanpa pamrih.
            Hanya sayang sekali pernah terjadi dan mudah-mudahan tidak menjadi sejarah bahwa profesi widyaiswara selama ini banyak dipakai sebagai pelarian para pejabat tinggi guna memperpanjang masa pensiun, hal ini disebabkan karena usia pensiun widyaiswara adalah 60 tahun atau untuk golongan IV/d dan IV/e bisa sampai 65 tahun, tetapi dengan peraturan LAN yang baru, hal itu dapat diminimalisir, yakni dengan membatasi usia maksimal seorang pegawai yang mendaftar sebagai widyaiswara adalah 50 tahun. Dengan lebih mudanya usia widyaiswara, diharapkan akan muncul widyaiswara-widyaiswara yang profesional, mengingat profesi ini tidak lagi sebagai sebuah ajang pelarian melainkan sebagai suatu pilihan profesi.
Dengan dikeluarkannya Peraturan MENPAN Nomor 14 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya, serta Peraturan Bersama Kepala Lembaga Administrasi Negara dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 1 dan 2 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya, terlihat jelas bahwa Widyaiswara adalah jabatan karier yang menuntut kompetensi tinggi di masing-masing jenjangnya.
  Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan kerja, karakteristik, sikap dan perilaku yang mutlak dimiliki Widyaiswara untuk mampu melakukan tugas tanggungjawabnya secara profesional. Semua butir kompetensi Widyaiswara yang tercantum di bawah ini diturunkan dari uraian tugas jabatan fungsional Widyaiswara yaitu:
  1. Melakukan analisis kebutuhan diklat;
  2. Menyusun kurikulum diklat;
  3. Menyusun bahan ajar;
  4. Menyusun GBPP/SAP/Transparansi;
  5. Menyusun modul diklat;
  6. Menyusun tes hasil belajar;
  7. Melakukan tatap muka di depan kelas diklat;
  8. Memberikan tutorial dalam Diklat Jarak Jauh;
  9. Mengelola program diklat sebagai penanggung jawab dalam program Diklat;
  10. Mengelola program diklat sebagai anggota dalam program Diklat;
  11. Membimbing peserta diklat dalam penulisan kertas kerja;
  12. Membimbing peserta diklat dalam praktik kerja lapangan;
  13. Menjadi fasilitator/moderator/narasumber dalam seminar/lokakarya/diskusi atau yang sejenis;
  14. Memberikan konsultansi penyelenggaraan diklat;
  15. Melakukan evaluasi program diklat;
  16. Mengawasi pelaksanaan ujian;
  17. Memeriksa jawaban ujian;
  18. Melaksanakan kegiatan pengembangan profesi, dan penunjang tugas Widyaiswara
Seorang Widyaiswara dapat menguasai rincian tugas tersebut di atas apabila telah mengikuti  Diklat Fungsional Kewidyaiswaraan Berjenjang dan Diklat Teknis Kewidyaiswaraan. Diklat Fungsional Kewidyaiswaraan Berjenjang meliputi Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Pertama, Muda, Madya dan Utama. Diklat Teknis Kewidyaiswaraan meliputi Diklat Teknis Pengelola Diklat (Management of Training/MOT), Diklat Teknis Analisis Kebutuhan Diklat (Training Needs Analysis/TNA), Diklat bagi Penyelenggara Diklat (Traning Officer Course/TOC) dan Diklat Teknis Kewidyaiswaraan lainnya sesuai kebutuhan pengembangan kompetensi Widyaiswara. Mekanisme keikutsertaan Widyaiswara dalam diklat tersebut diprogramkan secara terencana oleh lembaga diklat instansi sebagai bagian dari peningkatan kompetensi Widyaiswara.
Untuk lebih jelasnya berikut ini diuraikan kompetensi untuk Jabatan WI Pratama, Muda , Madya dan Utama yang harus diketahui oleh seorang Widyaiswara.
 
1. JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA PERTAMA
a. Kompetensi Jabatan Fungsional Widyaiswara Pertama meliputi:
1.    Menguasai Analisis Kebutuhan Diklat;
2.    Merancang bahan diklat;
3.    Mengelola proses pembelajaran andragogis;
4.    Mengobservasi proses pembelajaran;
5.    Merancang Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) dan Satuan Acara Pembelajaran (SAP);
6.    Merancang evaluasi diklat;
7.    Menguasai teknik evaluasi pembelajaran;
8.    Membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI);
9.    Mampu memberikan layanan prima bidang pembelajaran.
b. Tujuan Kurikuler
1.    Tujuan mengikuti Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Pertama, adalah untuk membekali Widyaiswara agar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kompetensi yang telah dipersyaratkan.
2.    Khusus untuk Widyaiswara Pertama merupakan prasyarat kelulusan untuk dapat diusulkan diangkat ke jenjang jabatan Widyaiswara Muda.
c. Sasaran
1.    Terlatihnya Widyaiswara Pertama yang terampil melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kompetensi yang telah dipersyaratkan.
2.    Terpenuhinya persyaratan kenaikan jenjang jabatan Widyaiswara Pertama ke jenjang jabatan Widyaiswara Muda.
 
2. JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA MUDA
a. Kompetensi Jabatan Fungsional Widyaiswara Muda meliputi:
1.      Menguasai Analisis Kebutuhan Diklat;
2.      Merancang bahan diklat;
3.      Mengelola proses pembelajaran andragogis;
4.      Membimbing proses pembelajaran Diklat Jarak Jauh (DJJ);
5.      Mengobservasi proses pembelajaran;
6.      Merancang GBPP dan SAP;
7.      Membimbing penulisan kertas kerja;
8.      Membimbing Praktik Kerja Lapangan (PKL);
9.      Mengelola kegiatan forum ilmiah;
10. Merancang evaluasi diklat;
11. Menguasai teknik evaluasi pembelajaran;
12. Membuat KTI;
13. Mampu memberikan layanan prima bidang pembelajaran.
b. Tujuan Kurikuler
1.      Tujuan mengikuti Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Muda, adalah untuk membekali Widyaiswara agar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kompetensi yang telah dipersyaratkan.
2.      Khusus untuk Widyaiswara Muda merupakan prasyarat kelulusan untuk dapat diusulkan diangkat ke jenjang jabatan Widyaiswara Madya.
c. Sasaran
1.      Terlatihnya Widyaiswara Muda yang terampil melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kompetensi yang telah dipersyaratkan.
2.      Terpenuhinya persyaratan kenaikan jenjang jabatan Widyaiswara Muda ke jenjang jabatan Widyaiswara Madya.
 
 3. JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA MADYA
a. Kompetensi Jabatan Fungsional Widyaiswara Madya meliputi:
1.      Menguasai Analisis Kebutuhan Diklat;
2.      Merancang Kurikulum Diklat;
3.      Mampu merancang bahan diklat;
4.      Mengelola proses pembelajaran andragogis;
5.      Membimbing proses pembelajaran DJJ;
6.      Membimbing penulisan kertas kerja;
7.      Membimbing PKL;
8.      Mengelola kegiatan forum ilmiah;
9.      Merancang evaluasi diklat;
10. Menguasai teknik evaluasi pembelajaran;
11. Membuat KTI;
12. Menilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Widyaiswara;
13. Mampu memberikan layanan prima bidang pembelajaran.
b. Tujuan Kurikuler
1.      Tujuan mengikuti Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Madya, adalah untuk membekali Widyaiswara agar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kompetensi yang telah dipersyaratkan.
2.      Khusus untuk Widyaiswara Madya merupakan prasyarat kelulusan untuk dapat diusulkan diangkat ke jenjang jabatan Widyaiswara Utama.
c. Sasaran
1.      Terlatihnya Widyaiswara Madya yang terampil melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kompetensi yang telah dipersyaratkan.
2.      Terpenuhinya persyaratan kenaikan jenjang jabatan Widyaiswara Madya ke jenjang jabatan Widyaiswara Utama.
 
4. JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA UTAMA
a. Kompetensi Jabatan Fungsional Widyaiswara Utama meliputi:
  1. Menguasai Analisis Kebutuhan Diklat;
  2. Merancang Kurikulum Diklat;
  3. Memahami filsafat pembelajaran andragogis;
  4. Membimbing proses pembelajaran DJJ;
  5. Membimbing penulisan kertas kerja;
  6. Membimbing PKL;
  7. Mengelola kegiatan forum ilmiah;
  8. Merancang evaluasi portofolio diklat;
  9. Menguasai teknik evaluasi pembelajaran;
  10. Memberikan konsultansi penyelenggaraan diklat;
  11. Membuat KTI kualitatif;
  12. Mampu memberikan layanan prima bidang pembelajaran.
b. Tujuan Kurikuler
  1. Terlatihnya Widyaiswara Utama yang terampil melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kompetensi yang telah dipersyaratkan.
  2. Khusus untuk Widyaiswara Utama merupakan prasyarat untuk diajukan dalam Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) pada penghitungan angka kredit Widyaiswara pada tahun pertama atau kedua.
c. Sasaran
  1. Terlatihnya Widyaiswara Utama yang terampil melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kompetensi yang telah dipersyaratkan.
  2. Terpenuhinya butir persyaratan untuk diajukan dalam DUPAK pada penghitungan angka kredit Widyaiswara pada tahun pertama atau kedua.
             Bagi Widyaiswara yang belum mengikuti Diklat Penjenjangan, maka angka kreditnya tidak akan diakui, jadi ini menjadi perhatian bagi widyaiswara ditingkat jabatan manapun.